Aku punya 15 adik baru sekarang


Tulisan ini saya mulai dengan sebuah nafas panjang, semoga saja kedepannya tidak ada salah satu pihak yang tersinggung. Karena niatan saya bukan menyinggung disini, terlalu rumit kalau hendak menyinggung orang saja kok haris pake ngarang beberapa paragraf. Yaah, saya cuma mengintrospeksi saja.

Di tahun 2012-2013, Mapala – mapala di surabaya tengah bingung dengan peng kaderannya sendiri, bukan lantaran apa-apa, tapi lantaran pesertanya yang kian tahun kian menipis. Dari jumlah yang tipis itu saja, belum tentu semua anggota muda akan bisa bertahan hingga akhir dibaptis menjadi tingkatan keanggotaan diatasnya. Bisa jadi hanya setengah prosentase yang bertahan, bisa jadi cuma seperempat, malah bisa jadi tidak ada kader yang menetas. Yah, memang sulit, saya merasakan betul atmosfer pada masa itu, di angkatanku saja di Prapala, ritual Diklatsar yang biasa dipakai sebagai ajang perekrutan anggota cuma diikuti oleh dua orang peserta, dan satu tahun berikutnya, yaitu sekarang. cuma tinggal aku saja yang tinggal dan bisa bertahan, itu-pun aku juga belum sepenuhnya lulus pendidikan, di Point panjat dan Caving aku belum lolos. Apapun problematikanya dalam organisasi, ada satu doktrin yang aku ingat sampai sekarang, “Jangan Pernah Lari dari masalah!” dan saya disini lantaran saya ingin berpendidikan, selebihnya hanya sekedar kenal.

Aku habiskan berbulan bulan untuk mengamati, apa yang salah dengan semakin kecilnya beregenerasi bagi organisasi organisasi pecinta alam di lingkup kampus seperti kami ini, aku main ke beberapa OPA sejenis, mempelajari barang sekilas, sambil mencari tahu budaya budaya dan ciri ciri rumah tangga masing masing. Dan, hampir semuanya mengeluhkan hal yang sama, “Susahnya ber-regenerasi!”.  Apabila jumlah Sumber daya manusianya saja terbatas, mau berkegiatan yang “Waow” juga jadi terbatas. sebab, kegiatan besar juga butuh kepanitiaan dengan jumlah individu yang tidak sedikit juga.  Hahaha… aku selalu tertawa geli ketika mengingat masa itu, masa masa awal aku lulus diklat. Organisasi yang sudah berusia 22 tahun masa cuma digerakkan oleh 4 orang pengurus. Dan ketika pergantian kepengurusan untuk periode berikutnya pun demikian, lantaran peserta diklat untuk tahunku cuma dua orang dan yang satu lagi kini sudah hilang kontak entah kemana, dimasa aku duduk dalam masa kepengurusan-pun, secara resmi dan tercatat, organisasi kembali harus digerakkan oleh 4 orang yang tersisa mengemban masa bhakti. Untungnya, lantaran intensitas kita berkumpul bersama, di danau hijau depan sekretariat bareng para senior bisa dibilang hampir tiap hari, dari situ para senior jadi bisa mendengar apa yang kita rasakan, betapa butuhnya kita akan sebuah regenerasi agar jalannya roda organisasi kedepannya bisa lebih di eksplor, dan tidak cuma kontrak mati dengan kegiatan yang itu itu saja. Maka, kami pun mengupayakan sebuah perubahan, baik dimulai dari personal hingga sedikit banyak menjurus ke budaya minum minum dan pesta pora yang sedari dulu sudah mendarah danging dalam cultur organisasi. Semuanya demi sebuah proses regenarasi, kami menggalang sebuah kampanye dan promosi yang benar benar masif, bagaimana caranya organisasi ini bisa kelihatan “Jreng!!” saaat Expo penerimaan mahasiswa baru nanti. Apapun kami lakukan, mulai dari menghias sekretariat dengan gambar gambar tempelan bertema adventure, memasang bendera bendera do’a ala Kathmandu di  tempat tongkrongan kami didepan danau, membagi bagikan souvenir, fashion show dengan busana bertema outdoor activity, dan Notebook tipis bergambar pucak semeru dan padang savana Oro oro Ombo. Dan upaya kami, bisa dibilang berhasil dalam menarik minat para mahasiswa baru tahun ini, total 18 orang resmi terdaftar mengikuti DIKLATSAR ke XXI Prapala, dan yang lolos mengikuti seluruh rangkaian prosesi Diklat ada 15 orang. Itu berarti, aku punya 15 adik sekarang, karena mereka ber 15 adalah Do’a bagi organisasi yang tengah krisis anggota ini, maka angkatan mereka diberi nama angkatan “Chakra Bhirawa”. Masalah regenerasi sudah teratasi, kami sudah menemukan jawaban dan formulanya. Tinggal dibukukan dan diterapkan lagi dengan ema yang berbeda untuk kampanye perekrutan anggota tahun depan.

Punya adik 15 orang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah ternyata, tanggung jawab lebih besar tengah terpatri di pundak kami, senior yang merekrut dan mendiklat mereka. Mereka adalah titipan, juga jawaban dari doa segenap anggota prapala yang tengah merindukan keramaian di sekretariat. Sekarang, tinggal bisakah kita mendampingi dan memberikan contoh yang baik hingga mereka jadi seorang kader pecinta alam yang sesungguhnya dan Anggota prapala seutuhnya.

Pertanyaan itu yang kini seakan akan selalu mengejarku, seolah menghadirkan sebuah perasaan bersalah padaku yang belakangan sudah jarang intens di sekret seusai diklat hingga menjelang persiapan akad nikahku, perasaan itu pula yang membuatku selalu ingin membuka situs mailist kami untuk sekedar menngecek seperti apa perkembangan mereka, adik adikku di sekretariat sekarang. Aku tengah terpatri beban, beban moril akan  pengabdian dan loyalitas organisasi yang sulit dijelaskan sebagai alasan bagi mereka kaum profesional yang mengusung logika.

Terlebih lagi aku bukan seorang bujangan lagi, kini aku seorang suami, ada istri dan keluarga kecil yang harus aku prioritaskan di peringkat nomor satu dalam list tanggung jawabku. Dan, cuma satu doktrin yang aku ingat sampai sekarang “Jangan Pernah Lari dari masalah…. Seperti apapun anda, kita tetap Prapala”. 

Mau Narapidana, mau penipu, mau preman, mau pemabok atau pemadat sekalipun, sekali masuk Prapala, selamanya tetap Prapala. Karena “Dengan Kekeluargaan dan Pengabdian, kami Datang”. Masih menjadi panggilan pemersatu kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s