elska


eska//aimer//liebe//laska//amare//amor//liefde//elsker//maite//Is brea//tresna//cakam//ask//ijubav
ຮັກ//사랑//प्यार//upendo//meilė//אהבה//renmen//lief//愛//પ્રેમ//pag-ibig//yêu//любіць//љубав
armastus//அன்பு//αγάπη//cinta//Diliges//dragoste//ความรัก//caru

Cinta,

Sebuah bahasa yang jarang, atau tidak pernah aku bahasakan dalam beberapa tulisanku. Karena aku bukan termasuk dalam penulis yang bergaya romantisme. Yah, cinta memang tidak bisa aku tuliskan, apalagi aku bahasakan dan deskripsikan seperti biasanya, itu karena cinta itu sendiri adalah sesuatu yang tidak biasa. Maaf, aku saja butuh waktu beberapa menit berpikir dan selanjutnya mengkaui bahwa cinta memang sesuatu yang luar biasa.

Kaum sentimentil memang mebuat cinta terlihat cengeng.
Kaum Naturalis membuat cinta itu damai dan luas, seluas semesta sabda.
Kamum Ekspresionis membuat cinta itu terlukiskan abstrak dan spontan
Kaum kapitalis membuat cinta seolah olah ada harganya.
Sementara kaum urbanis membuat cinta seolah sebuah barang yang mudah didapatkan, dipakai, lalu setelah selesai dibuang, dan ganti dengan yang baru

Bisa jadi aku salah satu dari mereka,
Bisa jadi juga bukan,

Karena bagiku, cinta itu akan jadi biasa saja apabila diartikan terlalu berlebihan, cinta itu akan ada harganya bila kita meraihnya dengan sebuah pengorbanan,cinta itu akan terasa dekat apabila kita tengah terpaut jarak, cinta itu begitu kuat, apabila berada ditengah cobaan dan cinta itu akan menjadi indah saat waktunya tiba. 

Jika kau tegah mencintai, jangan hanya berani berfantasi, karena ini persoalan psikis. Perlu olah fisiologis dan sentuhan afektif, guna menstimulan sebuah respons postitif. Fantasi hanya angan, letaknya terpaut beberapa dimensi dari dunia nyata, belum ada penemuan kondensator yang bisa menghantarkan olah imaji ke realita tanpa sebuah aksi nyata. 

Maka tak heran apabila cinta itu bisa membutakan. Tidak cukup hanya membuat buta, menutup semua lubang indera mu pun, cinta punya kuasa. Karena cinta itu lahir dari tempat yang sama dari setiap anak manusia, baik itu kaum Adam dan Hawa. Hanya kita yang tahu dimana tempatnya. Cinta yang berpaut dalam pengecapan indera saja, berarti cinta yang dangkal. Aku tidak mengucapakan itu buruk, hanya saja sebuah pondasi yang ditancapkan kurang dalam, tentu akan mudah dibongkar, apalagi untu dirobohkan.

Cinta adalah rumah rumah bagi kalian para pengembara, entah bagaimana persepsi kalian membawanya, mau dibuat mewah, sederhana atau sagat sangat sangat sederhan; yang pasti, bak sebuah rumah, sejauh jauhnya langkahmu keluar rumah, suatu saat kau pasti akan pulang, karena memang tempatmu disini, bukan untuk singgah, tapi untuk “berpulang” dan melepas semuanya, kembali ke pelukannya.

“Hangat…. dan Dekat”

“Jangan pernah kau lepaskan, bila memang ujung jemarimu masih bisa meraihnya”

Duduk berdua, utarakan dan terus rajut benang cintamu, jangan pernah putuskan talinya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s