Januari


Derap kaki kuda sudah berhenti berirama,
Yang tersisa hanya jejak tapalnya yang belum terjamah
Kemana ksatria tuannya yang dulu tak kenal lelah,
Apakah nafasnya sudah mulai terengah….

Sebuah hitungan baru telah dimulai,
Dan sepochi teh hijau telah tersaji damai…
Ternyata bukan sebuah kiamat yang memulai
Hanya uapanembun dari kolam teratai

Dan, si cantik Januari tetaplah yang pertama
Yang paling berani merobek asa
Menjanjikan tiga puluh satu cara
Merestorasi yang tua, dan yang tak punya arah…

Sebuah tepuk tangan untuk januari yang telah menjanda
Yang tak pernah menelan ludah
Meski dahaga menjadi rasa..

Januari yang bertatto naga…….
yang cuma empat suku kata
Dan kadang berlalu begitu saja.
Ternyta bukan sekedar diksi yang “biasa saja”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s