Terjaga


Aku mendengar seisi pagi mulai bercerita
Bersanding dan sama sama terjaga
Aku melihat terobosan surya yang mulai merobek gelap
Betapa beraninya nian?

Decit dipan kayu berteriak bagai tergencit,
Sudah bosankah ditindih jasad sepanjang malam
Satu pertanyaan masih aku sisakan untukmu hai malam…
Siapa namaku ketika tertidur pulas..

Katup mata mulai menguncup ;
hitam segaris berbumbu kantuk
Apa yang aku tulis, dan apa yang terpikir
Itu sudah cukup menarik kuncup urat syaraf

Rutinitas adalah penggulung selimut kita
Sedikit memaksakan rasa
Yang menjadi bagian dalam suatu bahtera
Penggerak mesin kota

Tak bergerak berati siap ditendang
Tak bergerak pasti tak bisa makan
Inilah paradox baru buah dari polusi
Yang hitamnya mengiris urat urat sendi

tentu sudah tahu, kenapa aku lebih memilih untuk terjaga
Berdiri menopang jasad
Mengindari segala bentuk jajahan
Ideologi kaki jaman

(Selasa, 29 November 2011, andylabina)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s