Ranu Kumbolo Holiday


Pertengahan tahun telah tiba…….
Dan, ini adalah masa hari-hari dimana matahari memberikan sepenuhnya waktunya untuk Indonesia.
Rintik-rintik hujan dimohon berhenti untuk sejenak…..biarkan gugusan kepulauan ini dimanjakan oleh hangatnya Surya.


Dan bagi kita para penggila kemping dan Hiking, tentu saja tenggang antara bulan Mei hingga September adalah yang paling dinanti-nanti. Ini adalah waktu yang tepat; dimana kita bisa bebas berpetualang tanpa takut dihantui oleh basahnya hujan serta angin ributnya badai. beberapa rekan di mailist sudah mulai aktif  ber-gerilya ke daerah tujuan masing-masing, beberapa dari sebagian besar bahkan malah sudah memamerkan foto-foto perjalanan musim panas mereka.
Sementara bagi saya dan teman-teman…. belum ada agenda besar untuk musim panas kali ini, Perjalanan ke Tambora kemarn sudah cukup menguras waktu, tenaga dan isi tabungan. Malah-malah menambah hutang….. heheheee. Jadi, tak ada agenda trip untuk musim ini. semuanya kembali pada meja aktivitas masing-masing dahulu. Entah kemana dan kapankah agenda berikutnya…angin masih belum berikan jawaban.

Namun, sebuah anekdot tercetus dilingkungan kantor….. Setelah menyelesaikan beberpa proyek yang lumayan bikin pusing. Anak-anak kantor ingin mengadakan liburan sendiri, yaaaah…..yaaah….yah. Dan sekali lagi saya yang harus mengisi kursi di bagian “holiday consultant” nya, dan kalau sudah begini, tentu saja harus merangkap sebagai “Penyelenggarannya”. Beberapa lokasi yang sekiranya potensial untuk kemping bareng sudah dibahas, mulai dari gunung, hingga pantai. Sampai tersebutlah nama sebuah danau di kaki Gunung Semeru. Teman-teman pada penasaran dan ingin mengunjungi Ranu Kumbolo, apalagi mereka telah banyak dengar cerrita kalu perjalanan ke sana itu tidak terlalu terjal, makin menggebuh-gebuh saja teman-teman ingin kesana.

Agenda sempat jadi tarik ulur lantaran ada gossip kalau Semeru mulai goyang lagi minus beberpa hari sebelum keberangkatan kita, baru setelah terucap kabar dari teman saya Kevin yang baru saja pulang dari Mahameru “Pendakian Mahameru dibuka kok ndik…… kita kemarin aja muncak” baru saya berani memberi kepastian kalau liburan tetep jalan. Horay…… teman-teman’pun terlihat antusias dengan kabar itu. Maka segera kita rapatkan barisan; mempersiapkan semuanya, mulai dari koordinasi tenda, logistik, budget wisata, higga transportasinya bagaimana nanti, mengingat persiapannya yang singkat, dan maklum sebagian besar orang-orang yang saya  liburan ini nanti adalah orang-orang yang notbene sebelumnya belum pernah mengadakan agenda ngalas.

Hari keberangkatan diputuskan;
30 Juni tengah malam kita berangkat dari Surabaya.
Perjalanan dimulai dengan Buss ekonomi menuju Terminal Arjosari, Malang.

Masih pagi-pagi buta……  Adzan subuh juga belum berkumandang ketika kita sampai di terminal Arjosari. KArena memang target saya adalah kita bisa sampai sepagi mungkin di RanuPani untuk menghindari trekking kemalaman menuju Ranu Kumbolo nanti. Lalu kita lanjut dengan angkot putih menuju Tumpang, lebih tepatnya kerumah Pak Laman. Pemilik Armada Truck yang nanti mau kita tumpangi ke RanuPani.

Teh hangat telah tersugu dimeja, ketika kam serombongan tiba dirumah Pak Laman. Lumayan lah buat menghibur perut yang sedari tadi belum keisi apa-apa kecuali angin. Rencana awal naik Truck di gani dengan naik “Hard Top” milik Cak Laman, beruntungnya, kami hanya dikenakan harga Rp.300.000 untuk sekali trayeknya, sebuah harga yang sama dengan harga naik truck. WOW!!

1 Juli 2011
Road to RanuPani;

Pagi benar benar masih dingin, ketika laju mesin Hard Top sudah berjalan menanjak meninggalkan desa Gubuk Klakah, dari raut wajah teman-teman aku bisa melihat betapa antusiasnya mereka dengan perjalanan ini. Berdiri di atas mobil bak terbuka mungkin adalah sesuatu yang bisa dibilang “Luar Biasa” bagi mereka.

bias-bias cahaya mulai tampak berbinar diantara basanya pucuk dedaunan cantigi ketika Hard Top berjalan perlahan memasuki daerah Bantengan, disana terlihat punggung-punggung pegunungan Bromo – Tengger – Semeru berdiri membidang diantara luasnya lautan Pasir. Awan tampak menggelayut mesra, terbang rendah menutupi di kaki-kaki bukitnya, inilah yang mebuat momok tidak bisa lepas dari kameranya. sesekali mem-foto serta merekamnya dalam video.

Pukul 07.00
Kita tiba di RanuPani, Desa terakhir di Kaki gunung Semeru. Dinginnya angin langsung menyambut kami pagi itu. Kita sempatkan terlebih dahulu mampir di warung depan perijinan, untuk mengisi perut dan minum kopi. Pos perijinan masih terlalu pagi untuk dibuka oleh petugasnya. Jadi sambil menunggu….kami sempatkan makan dulu di warung depan Pos Perijinan TNBTS. Dan, kira kira pukul sembilan, terlihat loket pos sudah ada yang menunggu dibalik jerujinya.

Setelah prosesi perijinan yang lumayan agak ribet disini, kami pun dipersilahkan jalan. Eittts, terutama setelah menyelesaikan tagihan di warung makan. Salah satu dari teman saya yang terlihat begitu antusiasnya dengan trip kali ini adalah  Tebe, saking antusiasnya, belum apa apa keril The North Face 70ltr KW nya sampe putus lantaran barang-barang yang dibawanya diatas normal.  Harusnya lebih banyak lagi yang ikut, sayang sekali fefe, ambon, Nessa, flo dan Ajik tidak bisa ikut serta, padahal kami sudah patungan beli logistik untuk pesta disana.

Kurang lebih 5 jam jalan, Pemandangan Danau sudah terlihat, berikut tanjakan Cinta yang ada diseberang. Untuk kali ini, saya senang sekali, akhirnya Cewekku mau ikut serta dalam agenda pegunungan…hehehehe \^_^/ . Bahkan, meskipun saat itu dia lagi dapet (menstruasi.red) gara-gara saking kepenginnya.

Saat sampai di celah lembah, ternyata teman-teman sudah menunggu… karena memang kita yang ada di paling belakang, kita putari punggungan menuju ke Camp ground. Tepat di sisi danau kita dirikan tenda; tepat didepan pemandangan sunrise nantinya akan muncul. Sebab, kami ingin menjadi orang paling beruntung yang bisa lihat kuning telur dari Matahari menyeruak diantara celah bukit diseberang danau esok pagi.  Malamnya saya bercerita pada teman-teman akan keindahan Sunrise di Ranu Kumbolo, apalagi kalu cuaca sedang cerah seperti sekarang, setiap orang yang pernah melihatnya tentu akan merasa sebagai orang yang paling beruntung.

2 Juli 2011

Bungkus demi bungkus makanan kami buka… sachet demi sachet kami robek, ruas demi ruas sayuran kami olah hingga menjadi sebuah pesta makan seadanya. Disini, ketemu menu Cap cay, Loenpia atau Ayam goreng Saus Teriyaki adalah suatu Pesta Pora, apalagi kalau ditemani Nasi Pulen dan SegelasKopi. Saya yakin, Makan malam didalam untuk hari ini, tentu akan menjadi salah satu makan malam paling special dalam garis hidup masing-masing, meskipun suhu malam itu kira-kira 2 derajat Celcius. Tapi kita tetap dihangatkan oleh kebersamaan…… yah, kebersamaan. Sebuah jaket tebal dibalik Indahnya cerita di alam bebas, semua yang pernah bersentuhan dengan “kebersamaan” inilah yang berikutnya akan menceritakannya kembali. Menjadikannya sebuah sebuah semangat bagi para pecinta alam.

Selain bercengkrama dengan Indahnya danau Ranu Kumbolo, saya juaga ajak teman-teman menjajaki yang namanya “Tanjakan Cinta” , dan menjelajah savanah luas Oro-oro Omboh hingga ke Cemoro Kandang. Kami sadar, kami akan jadi hitam karena ini, tapi hitam hanyalah persoalan jasad semata, semuanya jelas terbayar oleh lukisan alam disini, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

bahkan, Tebe dan Rudolv ikut mencicipi dinginnya air danau ketika melihat Bambang, kenalan baru kami dari Cirebon mandi pagi di Ranu Kumbolo.Wkakakakaa……

3 Juli 2011

Seandainya semua rutinitas dikota tidak membeli waktu dan keseharian kita, tentu kita ingin disini lebih lama. Bermandi matahari sepanjang hari, menjadi hitam legam dalam kebeasan yang sepenuhnya. Sayangnya, kebutuhan hidup telah memenjarakan kami dalam sebuah situasi kotak-kotak yang disebut perkotaaan. Selayaknya seorang tahanan, kita harus turut bekerja memutar roda-roda ekonomi disana, siapa yang tak bisa tahan maka dia akan tergilas.

Kira-kira pukul 11 kami bertolak meninggalkan danau,
satu harapan dari saya…… adalah bisa mengunjunginya kembali suatu saat nanti.
Dan, semoga semua keindahan ini tetap begini.

Andylabina,

(Kabar buruk terdenga dari sebuah mailist, Ranu kumbolo hingga Oro-oro Ombo terbakar habis pada 9 Juli 2011, penyebabnya lagi lagi adalah kelalaian dalam membakar sampah)

Advertisements

6 responses to “Ranu Kumbolo Holiday

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s