Pagi


“Pagi”

Tiba- Tiba saja aku terbangun

Saat sebuah pagi menabrakku

Menarikku dari mimpi milik malam;

Ini alam pagi yang suci,

Dimana cuma bau mulutku saja yang lancang mengotori


Dia telah  membasahiku dengan titik-titik embunnya,

Lantas mendekapku dalam kabutnya…

Aku dan pagi-pun melayang

Menari tarian absurd, dalam alam absurdis

Mendendangkan bait-bait minor karya shakespere


Tuhan masih membiarkan aku menari dengan pagi

Hingga terlarut mesra dalam rasa

Tak lagi ada siang yang membakar,

Dan malam yang siap menenggelamkan dalam kelam

Yang ada;  Cuma Pagi

 


(For my lovely morning; Luluk Husna R).

Surabaya, 19 Desember 2010


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s