Pendakian Welirang 2009


Jalur Tretes.
(19-20 Desember 2009)

Sebenarnya, pendakian kali ini hanyalah sekedar having-fun saja sekaligus media pemanasan sebelum berangkat ke Raung, yang rencananya kami akan berangkat pada (24-27 Des’09), tetapi harus di delay karena suatu halangan.

Kami berangkat bertiga, angota tim adalah Saya, Stepi, dan Givan.
Kami naik motor ke Tretes. Berangkat dari Surabaya Pukul 3.30 dan sampai di Pos Perijinan Tretes Jam 05.00

Tretes

Pos Perijinan Tretes berupa sebuah Gardu. Treletak di jalan Raya Tretes (Kalo sudah di Tretes, tinggal tanya orang saja), Dengan arsitektur gaya penjajahan belanda. Kadang di Pos ada orang, kadang juga tidak. Tapi Tak usaha khawatir, sebab, apabila Pos sedang tutup saat and tiba. Anda bisa mengkontak rumah yang ada di sebelah kiri Pos. Sebab, salah seorang pengurusnya rumahnya disitu. Biaya Perijinan Rp.5000

Setelah mengurus peijinan, kami loangsung tancap naik. Trek yang kami lalui sama seperti saat saya naik ke arjuna beberapa waktu lalu, terus menanjak tanpa ampun dan berbatu. Pukul 5 pagi kami memulai perjalanan. Perut keroncongan, minta diisi. Kami berharap Warung Emak di Ped Bocor buka.

Ped Bocor

Sekitar 20 menit berjalan, kami tiba di Pos pendakian pertama, Ped Bocor. Kebetulan, hari ini banyak sekali yang nge-camp di Ped Bocor, terhitung lebih dari 5 rombongan. Disebut Ped Bocor, sebab disebelah warung emak ada salah satu Pipa PDAM yang bocor dan biasa dimanfaatkan oleh para pendaki untuk mengambil air. Kami makan dan istirahat di warung Emak, Nasi bungkus yang dingin-pun terasa nikmat jikalau sedang lapar. Jedah waktu 30 menit, kami berjalan kembali, tujuan selanjutnya adalah pos Kokopan .

Kami berjalan mengikuti trek makadam yang semrawut dan terus menanjak, ada pohon besar dan menutupi trek memaksa kami untuk sedikit memotong. Sepanjang perjalanan naik ke kokopan akan banyak dijumpai jalan -jalan tembusan diantara trek, yang sebenarnya adalah jalur pendakian lama. Karena kini jalannya sudah diperbaharui dengan makkadam, maka jalur pendakian yang lama tak pernah dipakai. Tak perlu kuatir ketika memilih trek potongan, sebab, semua trek pada ujungnya akan bermuara menjadi satu. Kami sudah buktikan itu kemarin.

Kokopan

Kurang Lebih 2,5 jam perjalanan, kami tiba ti Pos Kokopan. Berupa Tanah Lapang yang lumayan luas dengan mata air di sisi Kirinya, dan ada Pondokan bekas warung di sisi kanannya. Saat itu pukul 08.00 dari kokopan, pemandangan begitu luas, disisi timur, bisa kita lihat tegaknya Gunung Penanggungan dan view hutan serta perladangan penduduk. Kami berhenti sejenak, melepas lelah. Disini juga ada yang ngecamp, kira-kira 5 rombongan. kami berbincang dengan mereka, dan rata-rata kebanyakan dari mereka tidak meneruskan perjalanan ke puncak. cuma nge-camp menghabiskan liburan disana.

Kebetulan sekali, ada dua orang yang mau lanjut naik ke Pondokan(Pos Berikutnya). Maka kami turut juga, lumayan ada tambahan rombongan. Rencana mereka akan ke Puncak welirang sore ini, lalu langsung turun. Ok, kami seperjalanan, tak apalah ke puncak sore, yang penting ada barengnya.
Kami pun melanjutkan perjalanan ke Pos berikutnya Pondokan.

Jalur yang ditempuh makain menanjak saja, tetap dengan jalan makkadam yang melelahkan. Dua orang rekan yang baru saja bertemu di Kokopan tadi kami suruh jalan duluan saja. Kami ingin sedkit nyantai.  Karena malamnya tidak tidur, rasa kantuk-pun menyerang. Tiba diatas batu besar, kami tidur sejenak untuk sambil melepas lelah.

Sekitar 30 menit kami bagun kembali, dan melanjutkan perjalanan. Perjalanan kali ini memasuki hutan cemara, atau yang biasa disebut dengan Alas Lali Jiwo. Suasana begitu sejuk disini, jalan makadam juga sudah mulai rata. tapi, tiba -tiba semua itu berubah saat hujan turun bersama kabut saat kami sedang enak-enak memasak makan siang.

Pondokan

Setelah perjalanan kurang lebih 4 jam, Pukul 13.30 kami akhirnya tiba di Pondokan. Jejak-jejak jalan makkadam baru terasa disini, kelihatannya baru saja dibuat. Yang dulunya saat saya kesini, jalan makadamnya ahanya sampai batas Timbangan belerang saja, kini sudah sampai di Pondokan. Hujan makin lebat di Pondokan. Kami bertemu kembali dengan dua rekan kami tadi, berteduh di salah satu pondok belerang yang kosong. Dan Briefing untuk perjalanan ke Puncak Welirang.

Saat itu, disana ada rombongan lain dari Surabaya selain rombongan kami, kira-kira 5 orang. Mereka baru saja turun dari puncak, dan satu rombongan lagi baru saja berselang 1 jam berangkat menuju puncak. Hujan-pun berhenti, Kami memutuskan berangkat siang itu, tak peduli cuaca mendung, siapa tahu diatas malah terang. Karena medannya terus menanjak hingga puncak, dari pada berat bawa carrier, kami memutuskan menitipkan beberapa carier kami kepada para penambang yang ada di Pondokan. Bermodal kepercayaan sajalah.

(Sekedar catatan, para penambang belerang disini kadang bersikap kurang welcome pada para pendaki yang datang di pondokan. Sebab, kita para pendaki dirasa mengganggu kediaman mereka, bahkan kadang juga mengotori. Ada juga cerita dari teman-teman, bahkan beberapa penambang juga sering mengisengi para pendaki saat berada di Pondokan hingga terlibat pertengkaran dengan para pendaki)

Entahlah, yang penting kita tidak mulai duluan.
hehehehe…….

Pukul 14.00 kita berangkat ke Puncak berlima.
Trek ke puncak cukup jelas, kita tinggal mengikuti saja jalanan para penambang belerang (ada bekas roda gerobak). Toh, nanti juga sampai puncak.

Jalan terus menanjak, kami makin kelelahan. Mengingat, sepanjang hari ini, dari tadi pagi. Kami terus berjalan. Pukul 16.00 kami tiba di alun-alun, bertemu dengan rombongan yang tadi sebelumnya mendahului kami. Ternyata salah seorang dari mereka sedang sakit perut dan mereka beristirahat. Ok, kami lanjutkan perjalanan dan berjanji menunggu di Puncak. Kami berjalan dalam lorong-lorong yang dibuat oleh tanaman perdu disekitar trek, hingga jalan tiba di punggungan bukit. Pemandangan saat sampau disini begitu indah, kami serasa berada di atas awan, melihata dari jauh gumpalan-gumpalan awan sore dan pemandangan kota dibawahnya. Sungguh indah.

Pukul 16.30 kami samapai di puncak Welirang, pemandangan sungguh indah. Jalanan setapak ini apabila diteruskan akan menuju ke sumber belerang . Tapi kami segera potong jalur dan menuju ke Puncak teringginya. Foto-foto, melihat sekitar, menghabiskan sebatang rokok sambil guyonan. Uuuugh, suatu pengalaman yang mengasyikan, dan tak akan pernah terlupakan. Kami-pun makin akrab dengan dua orang teman baru kami dari jakarta, Mas Edo, dan Mas Gufron. Haaaahahahaa.

Pukul 17.30 rombongan yang tadi kami temui di alun-alun baru saja tiba di Puncak. Bahkan beberapa dari mereka masih sedang dalam perjalanan. Karena angin yang makin dingin. Kami memutuskan turun duluan, Hari sudah Gelap saat itu, dan makin gelap dalam kelabu dan lelah. Kami terus berjalan, sambil sesekali tersandung batu-batu, dan terpeleset.
Didekat sumber air di Pindokan ada satu rombongan lagi yang nge-camp, mereka adalah rombongan yang tadi kami jumpai saat di Kokopan.

Pukul 18.30 kami tiba kembali di Pondokan. Mengambil Carrier yang kami titipkan sembari memberi uamng rokok pada para penambang yang rela menjaga carier kami. Lalu kami mengambil air, masak, mendirikan tenda, dan langsung tidur karena kelelahan.

Mas Edo dan Mas Gufron yang semula berniat langsung turun ke Kokopan akhirnya memilih nge-camp di Pondokan karena lelah. Tapi ini semua belum berakhir, aku stepi dan gipan besok berniat ke Arjuno untuk meraih puncaknya kembali.

Perjalanan Ke Puncak Arjuno.

Pukul 04.00 Stepi membangunkan aku, persiapan untuk ke Arjuno. Kami memasak sarapan dan berangkat pukul 5. Kami lihat, mas Gufron dan Mas Edo masih terlelap. Gipan memilih tidak ikut, karena masih lelah. Akhirnya aku dan stepi berangkat berdua saja.

Jalanan saat itu masih basah oleh embun. Udara begitu segar. Dan kami-pin sangat bersemangat. Pukul 05.30 kami tiba di Lembah Kidang, Yaitu sebuah padang rumput yang sangat indah, disini ada sumber airnya. Jaraknya dari Pondokan sekitar 30 menitan. Kami istirahat sejenak dan mengisi air.

O’oooh…..trek sedkit tertutup oleh rumput yang tumbuh subur dimusim hujan. Hampir sekitar 30 meit kami mencari, baru ketemu treknya. Dan kami lanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan kali ini, stepi tidak seperti biasanya dia agak lambat. Yaaah, mungkin masih kelelahan. Diperengan kami memutuskan istirahat dan memasak sarapan. Stepi tampak kelelahan sekali dan tertidur. Maka, aku tanyakan sekali lagi pada dia…..apakah yakin melanjutkan perjalanan ke Puncak??   Sebab, jarak dari puncaknya masih lumayan. Sekitar 1 jam setengah dari tempat kami kira-kira. Dia ingin terus saat itu. ok…kami teruskan perjalanan.

Tapi, tak lama setelah itu, melihat medan yang makin menanjak tak ada ampun, dia mengubah keputusannya. Dia kelelahan, dan memilih turun. Padahal saat itu, puncak bayangan arjuna sudah kelihatan jelas.
yaaah…sudahlah, tak masalah.
Dia meminta maaf padaku. aaaah……aku malah jadi tidak enak sendiri, kalau aku pribadi sih tak masalah, sebab. Dalam setiap perjalanan tujuan utamakau bukanlah puncak. Melainkan aku lebih menghargai dari setiap prosesnya. Pasti selalu ada Hikmah dibalik semua itu apabila kita pandai-pandai mensyukuri setiap nikmat Tuhan.

Pukul 11.30, kami tiba kembali di Pondokan. Gipan segera memasakkan kami makan siang. Sementara stepi istirahat. Pukul 13.00 Kami makan, lau Packing. Dan Pukul 14.00 bergegas turun sembari berpamitan kepada para penambang yang baru saja turn dari puncak.

Turun

Meskipun cuma bertiga, tapi perjalanan kami begitu mengasyikkan.
Ada banyak hikmah yang kami petik dari perjalanan kali ini.
Sehingga, kami siap hadapi hari esok dengan senyuman.

Setelah 4 jam perjalanan turun, kami tiba kembali ke Pos Perijinan Tretes. Istirahat sebentar. Lalu, pukul 19.00 Kami meluncur balik ke Surabaya.

Sekian,
andy supertramps

Tips Perjalanan

– Jangan bawa bawaan terlalu berat. Sebab, medan akan terus menghajar stamina sejak awal.
– Tak perlu khawatirkan stok air. Di Arjuna- Welirang sumber air melimpah.
– Siapkan sepatu atau alas kaki dengan sol yang empuk. Sebab, kita akan lalui trek berbatu
– Jangan khawatir apabila bertemu persimpangan di trek welirang. Semuanya akan jadi satu.
– Hati-hati apabila meninggalkan brang, kalau bisa barang bawaan tetap dibawa dalam pendakian.

Advertisements

4 responses to “Pendakian Welirang 2009

  1. Pingback: My blogs reviews in 2010 « Andy's note·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s