Andy dan Anjing-Anjing Urban


Sebenarnya aku sedang tidak ingin menulis apapun….
membicarakan apapun.
dan, berpikir tentang apapun,
aku hanya ingin tenggelam dalam wacana yang sedang aku jadikan headline dalam mauku…

Yaitu tentang mereka,anjing-anjing urban.*
Yang disalain dalam sketsa tulisan saja…….,
Kota ini terasa semakin sempit dan terkucil dari dunia, modernisasi yang semula ingin dikejar berubah jadi rusak dan tampak kumuh sekali oleh campur tangan kaum urbanis. Terasa sekali, tak pernah aku temukan lagi lorong-lorong jalanan panjang yang kanan kirinya masih terhambar petak-petak hijau sawah…benar-benar telah berubah, dilipat dan ditinngikan tanahnya menjadi petak-petak batu bata dan triplek yang menjadi huma kaum urban moderat tersebut. Temperatur semakin panas, setiap jengkal jadi ada harganya, dan setiap sudut ada tuannya. Aku jadi semakin gerah, rasa ini bertambah parah. Memang aku tak berniat sentiment, karena ini hanya sebuah argumen, tentang mereka yang katanya berkomitmen.

Dan, aku masih tertelungkup dipinggir kiri jalan, hanya bisa menyaksikan saja arus urban yang ramai, yang bikin mata berderai menyaksikan cahaya yang tak mengenal kata damai itu. Tak pernah ada bisik di telinga kiriku yang bisa menjanjikan aku untuk bisa turut bergabung dalam arus ramainya. Arus yang cuma searah, dan semuanya terarah, Sekan-akan tak ada yang berani melawan arah. Aku menunggu satu orang saja yang berani mengacungkan jari tengah terhadap sesuatu yang mainsteam ini, pastinya bukan mereka(para anjing urban) dan pastinya, mereka yang berani diajak hidup melarat dalam suatu kemarjinalan konsep yang mulai terpinggirkan di ufuk senja kota. Aku masih berpikir sejenak, untuk merangkai sajak, sambil menunggu mereka yang berani berkehendak tidak.

Satu kelemahan mereka, Para anjing urban ini, tak berani hidup tanpa tuan, mereka berperangai buas namun masih tertidur pulas dipelupuk mata tuan tanah suruhan. Memang semuanya selalu serba menghardik, kakak-beradikpun dipakasa untuk saling berbisik, dipetak yang serba berhimpit.

Di lapang utara, lapak para taipan, semuanya serasa bau kafan, karena tak ada sama sekali rasa relevan disana. Aku kadang ingin tertawa hidup diantara mereka, tak sangka pula, rasa jengkel ter-umpat dalam hati. Sebab Rasisme, dan chauvinisme yang arogan sudah ada di lini terdepan. Kita yang pribumi sini, malah kadang ter-ekstradisi, oleh mereka-mereka yang sok mengantungi visi. Sungguh tidak lucu sekali, hidup di kota ini, dimana yang benar bisa dirangkai menjadi salah, dan yang haram bisa disulap menjadi halal atas suatu dasar keadaan yang dimanipulasi oleh fakta di tengah lapangan.

Aku tak bermaksud ingin berperan sebagai kaum cendekiawan, karena relawan lebih banyak dibutuhkan dikota ini, kota yang merangkak menjadi negeri liberal, dan monopoli hampir saja dihalalkan atas dasar skema politik bau duit. Tak ada lagi contoh yang layak dan pantas disebut teladan. Seorang pimpinan-pun kini sudah geli tenguknya apabila disenggol halusnya cetakan mata uang.

Yang lucu lagi, semua yang disini mengaku beragama, kata religius seakan masih menjadi tema akan putihnya suasana, namun kain hitam berada dibalik semuanya, masih membungkus hati mereka kaya akan kekafiran dalam tingkah dan langkah. Apalagi peran yang ingin mereka lakonkankan dalam pentas kali ini? aku harus berhati-hati akan kalimat tanya yang barusan. Sebab suatu bongkah yang busuk sudah tercium dibalik formalnya kartu identitas mereka.
Sekian saja.

Aku dan anjing-anjing urban……
adalah tentang aku yang tak berani berbuat tanpa daya
tentang aku yang masih pengecut untuk memojokkan siapa-siapa
dan tentang isu-isu global yang makin melebar dalam asa.
dan masih…..
tentang aku yang mau tidak mau harus hidup diantara mereka

and_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s