Satu lagi, Temanku mati muda


Selasa, 18 November 2008

Sekitar waktu subuh…..satu lagi temanku menutup hitungan mundur usianya dalam hari-hari cerah masa mudanya.

tak ada angin yang bertiup berbalik arah, tak ada pula siulan burung gagak seperti pertanda biasanya.

Semuanya berhembus secara tiba-tiba dan sedikit menggoyangkan arah kemudi kelana.

*

aku sebenarnya tak ingin menangis melihat ini, karena memang tak untuk ditangisi……karena semuanya yang terjadi hanyalah klise yang berputar secepat kasat mata saja, mungkin hanya sepersekian detik dari peraduan terakhirnya dalam perjumpaanku. Semua tawa lepas dan canda yang terkadang terselimuti oleh renyahnya kegaringan suasana seakan berubah darstis, FRONTAL menjadi dingin oleh isak-isak tangis para kerabat dan cerita dari sang Bapa’.

*

Soe HokGie pernah menulis dalam catatan hariannya……..

Nasib terbaik adalah apabila kita tidak pernah dilahirkan……

Yang kedua adalah, dilahirkan lalu mati muda,

dan, nasib yang paling buruk adalah….ketika kita terus hidup sampai tua.

lalu, tak sampai berselang beberapa tahun sejak ia menulis argumen yang singkat, jelas dan padat itu…..Soe Hok Gie pun ditemukan meninggal dua di kaki Gunung Semeru pada tahun 1969 dengan sebab muabab yang masih jadi tanda tanya …… dalam arti, Ia telah mendapatkan nasib yang Kedua, yaitu dilhirkan lalu mati muda.

Dengan begini, apakah temanku yang baru saja dijemput maut dijalanan itu puas dengan semua ini??

puas……dengan organ dalam hancur dilebur lempengan baja keras truk sialan itu.

dia tak pernah berargumen seperti apa yang telah di tulis Soe Hok Gie……..barangkali juga ia juga tak kenal, dan tak pernah baca catatan-catatan Harian Soe Hok Gie…

puas atau tidaknya……..mungkin lebih patut apabila kita kembalikan padanya…../

tapi,

dia juga tak berhak untuk memilih, juga tak bisa berbuat apa-apa……ketika sekelebat hentak roda kereta api yang berpenumpangkan malaikat maut tiba-tiba saja berhenti dan menyuruhnya ikut serta, membawanya pergi jauh ke dunia yang antah berantah.

dan,membiarkan tubuhnya digotong kesana-kemari oleh orang-orang yang ingin cari kesibukan belaka…….dan menghamburkan waktu atas nama rasa kemanusiaan yang telah dicetak tebal di dahi mereka masing-masing, sebab semuanya akan percuma……karena,dia dan kecerobohannya yang memilih sendiri dimanakah stasiun terakhir di hidupnya.

Dan, aku yang sempat merajut tali sungkawa ke rumah Orang tuanya, melihat semuanya…..
sekali lagi…..
sekali lagi, tabiat masyarakat Indonesia yang sudah menjamur dalam daging busuk adat istiadat.

dan, yang paling aku tidak sukai……….

“Semua sesal, semua eluh dan semua perhitungan mistis selalu dikait-kaitkan dengan ketiadaanya……

semua mata dibuat berkaca-kaca, semua eluh dipanjatkan, semuanya berubah menjadi penjilat yang makin memperlihatkan kalau mereka sempat menyia-nyiakan keberadaan sang jenazah semasa masih hidupnya dulu……….

sama persis, seperti saat Presiden yang kenyang akan korupsi di Negeri ini berpulang keliang kuburnya,semua jasa……nama baik,juga tetek-bengeknya diulas tuntas, ditaruhnya nama beliau di headline news, dan di tukar gulingkannya semua bau busuknya, dan disejajarkan namanya dengan Alm.Jendral Besar Sudirman……….SeBAGAI PAHLAWAN!! hahahaha, dasar masyarakat Indonesia.

*

Untuk kawanku……yang berjalan lebih dulu/

semoga semuanya lancar kawan………lewatkan saja semua yang kosong ini/

aku akan terus mengingatmu dengan lafal-lafal yang kau tuliskan sendiri seadanya….yang pasti,masih dengan tinta yang beraromakan kesedihan.

and_

Advertisements

2 responses to “Satu lagi, Temanku mati muda

  1. Tribute to Firdaus Maulana…

    mantab ndy tulisanmu…

    ntar aku tak nulis juga diblog ku tentang daus..

    Tribute to Firdaus Maulana

    Keep posting ndy…

    balas juga catatanku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s